APA yang masih mungkin dihikmahkan dari sebuah buku tentang SoeHok-gie selang 40 tahun setelah kematiannya? Pada posisi kita yangmemang sudah sedemikian meneladani Hok-gie sebagai sosok yangidealis, h
KARYA seni adalah persimpangan jalan, tulis Milan Kundera1, saat iakubaca dalam perjalanan. Bahuku terguncang karena batu dan lubangjalanan, tapi kuteruskan membaca, menyusuri sebuah pikiran. Jumlahja
KEPADA Anda, para pemetik hikmah, saya mengucapkan selamat karena Andapasti selalu bisa merayakan panen dalam menghadapi setiap kejadian--apa pun kejadian itu. Dalam kasus Century, misalnya, Anda bisa
REMBUKAN ponokawan rampung sudah dan jelas. Kebijakan Prabu Yudhistiramereka nyatakan bermasalah. Mestinya dalam Bharatayuda pemimpinPandawa itu blak-blakan. Bilang saja yang mati bukan Aswatama anakk